Rabu, 21 Oktober 2015

Jack Ma



Jack Ma, lebih dari sepuluh tahun lalu bukanlah orang penting apalagi orang kaya di China. Dia cuma pengangguran yang prestasi di bangku kuliah pun pas-pasan. Namun siapa sangka Jack Ma kini dikenal sebagai pendiri e-commerce Alibaba terbesar di China yang perusahaannya bersaing ketat dengan eBay milik Amerika.

Kesuksesan Ma tidak terjadi dalam sekejap. Perlu kesungguhan dan tekad setebal baja untuk menjadi sukses seperti sekarang ini. Dalam wawancara yang dikutip dari businessinsider.co.id, Ma mengungkapkan dirinya sudah terbiasa dengan penolakan. Bahkan untuk masuk kuliah pun, Ma sudah terlebih dahulu ditolak tiga kali oleh kampus. Yang terparah selepas kuliah, 30 kali penolakan kerja diterimanya sampai nyaris membuat Ma putus asa.

"Saya mau menjadi polisi, mereka bilang saya tidak pantas. Bahkan saya melamar ke KFC di kota saya, dari 24 orang yang melamar hanya saya yang tidak diterima," kenang Ma.

Tak putus asa, di tahun 1999 bersama temannya Ma mencoba terobosan baru di bidang e-commerce. Saat itu dia tahu dia harus kreatif untuk mendapatkan suntikan dana dari bank. Akhirnya dia meluncurkan produk e-commerce pertamanya Aliplay. Semula banyak orang menyangsikan Aliplay yang mewadahi jual beli antar kurs dalam perdagangan internasional.

"Mereka bilang ini ide paling bodoh yang pernah saya lakukan. Saya tidak peduli selama orang dapat menggunakannya," tutur dia.

Kini Ma dinobatkan sebagai orang terkaya di China dengan total kekayaan 20,4 miliar dolar. Bahkan produk perusahaan Ma mampu menarik 100 juta orang setiap harinya. Ma pun tak takut harus bersaing dengan eBay yang tampak lebih perkasa. Dia yakin kepercayaan pasar, utamanya di China sudah berada di dalam genggamannya. Kisah Ma menjadi bukti jangan pernah berhenti berusaha jika mau sukses.

Kamis, 08 Oktober 2015

Nick Vujicic


Nick Vujicic terlahir sebagai seorang yang cacat, tanpa tangan dan kaki, awalnya Nick mengalami depresi. Bahkan ia sempat ingin bunuh diri pada usia 8 tahun. Pada usia 10 tahun pun ia sempat mencoba menenggelamkan dirinya. Namun ia sadar, bahwa hidup harus disyukuri, apapun yang kita miliki. Ia belajar nulis dengan menggunakan jari-jari kaki kirinya yang kecil, Dia juga belajar menggunakan komputer dengan tumit dan kaki kecilnya. 


Nick sadar kekurangannya tidak harus disesali. Ia pun terus belajar dan melakukan yang terbaik dalam hidup. Bahkan Nick terpilih menjadi kapten di sekolah dan ia juga bekerja sama dengan dewan mahasiswa untuk kegiatan amal. Di umurnya yang ke 17 ia mulai mendirikan organisasi non-profitnya. Pada tahun 2005, Nick masuk nominasi dalam "Young Australia of The Year" Award. 



Nick Vujicic lulus dari universitas dengan dua jurusan, akuntansi dan perencanaan keuangan. Ia memulai karirnya sebagai seorang motivator. Ia pun memberikan motivasi ke berbagai negara. Bahkan ia telah berbicara di lebih dari 24 negara. Nick menikah dengan seorang wanita keturunan Jepang bernama Kanae Miyahara pada tanggal 12 Februari 2012. Kanae Miyahara bertemu dengan Nick Vujicic ketika Nick berada di Texas pada tahun 2008 ketika mengisi sebuah acara dimana ia sebagai pembicara. Dari pernikahannya tersebut,  ia kemudian dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Kiyoshi James Vujicic. 




Kisah hidupnya yang inspiratif membuat Oprah Winfrey Show mengundangnya sebagai bintang tamu. Ia juga menulis buku pertamanya yang berjudul "Life Without Limits", dan beberapa buku lainnya. Ia juga muncul dalam film pendek "The Circus Butterfly". Film tersebut sukses dan memenangkan beberapa penghargaan.






Minggu, 10 November 2013

Impian

Semua orang memiliki impian yang berbeda-beda. Impian sangatlah luas, terkadang tanpa kita sadari sesuatu hal yang hanya kita inginkan itu bisa menjadi salah satu dari impian kita. Banyak orang yang memendam impiannya karena mereka putus asa dan berpikir "apa itu mungkin?". Penghalang lainnya yaitu kita tidak mempunyai cara untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan, bahkan sampai mengajarkan untuk hidup tidak muluk-muluk.

Kita harus mempunyai impian, namun kita juga jangan hanya berdiam diri. Kita harus gali dan kembangkan impian itu supaya bisa menjadi "mungkin" dan bisa terwujud. Banyak orang yang salah membedakan antara keinginan, kebutuhan dan impian.

Keinginan dapat berdimensi jauh kedepan tetapi hanya bersifat sementara, tidak mendesak dan tidak memiliki kekuatan emosional yang besar untuk mewujudkannya. Kita tidak akan merasa menyesal ketika keinginan itu tidak tercapai.

Kebutuhan bersifat mendesak dan mempunyai kekuatan emosional yang kuat untuk mewujudkannya, hanya saja ia tidak berdimensi jauh. Sehingga hasilnya pun tidak jauh hanya mencover kebutuhan-kebutuhan jangka pendek yang mendesak saja.

Impian mempunyai dimensi kedepan dan memiliki kekuatan yang besar untuk mewujudkannya. Kita akan merasa 'greget' bahkan merasa bersalah jika tidak dapat kita wujudkan. Impian bersifat sangat emosional, impian yang kuat tumbuh dari benih cinta, baik cinta diri maupun orang lain ( keluarga, anak, dsb ).

Jadi impian ini sangatlah berdampak dalam hidup kita. Mempunyai impian akan membuat kita termotivasi, dan memiliki tujuan hidup. Kita harus percaya kita bisa mewujudkannya, karena kita bukan hidup untuk diri kita sendiri.